jump to navigation

4 perpustakaan kuno yang kaya September 3, 2010

Posted by Mamet in All About Maktabah, Rihlah, Sejarah.
Tags: , ,
trackback

Sekilas tentang empat perpustakaan kuno yang hingga kini masih bertahan dan kaya akan koleksi berharga yang diincar para pelajar dan sarjana muslim. Adh-Dzahiriyah di Damaskus, Astan Quds Rajavi di Masyhad, Al-Khalidiyah di Yerusalem, dan Sulaimaniya di Istanbul. Semuanya menjadi menarik karena menyimpan kekayaan melimpah berupa naskah tulisan tangan para Sultan, para ulama, dan manuskrip teramat kuno yang langka dan terkadang hampir punah.

Tempat-tempat itu adalah pelarian terakhir, bangunan kuno itu kini menjadi benteng dan rumah yang teduh bagi jutaan khazanah intelektual Islam yang sepanjang zaman mengalami gangguan  berbagai tragedi mengerikan. Terselamatkan, dan kini tersimpan nyaman di empat perpustakaan kuno tersebut. Kita lihat yuk!

1. Perpustakaan AdzDzahiriyah.

Terletak wilayah kota tua Damaskus ( ibukota Negara Syiria ). Tepatnya di wilayah Bab Al-Barid,

Pintu masuk Perpus Adz-Dzahiriyah, Damaskus.

dekat Masjid Jami’ Al-Umawi. Perpustakaan ini didirikan oleh Sultan Dzahir Baybars pada tahun 676 H. Beliau merupakan salah seorang Sultan yang tangguh dan banyak melakukan renovasi serta menaruh perhatian besar terhadap tempat-tempat suci dan bangunan-bangunan Islam di wilayah Syam. Termasuk diantara The Dome Of The Rock di Yerusalem. Perpustakaan ini menyimpan koleksi yang luar biasa banyaknya akan kitab-kitab berbahasa arab terdahulu yang masih berupa manuskrip. Namun kini kurang lebih sebanyak seribu eksemplar dari kitab-kitab induk telah dipindahkan ke Perpustakaan Al-Asad guna mempermudah pemeliharaannya. Al-Asad sendiri merupakan perpustakaan Negara Syiria yang dibangun pada tahun 1984. Syaikh Muhammad Nashiruddin Ibn Nuh An-Najati rahimahullah merupakan salah seorang ulama masa kini yang memanfaatkan hari-harinya dengan menekuni beragam kitab di perpustakaan kuno kota Damaskus ini. Beliau memberikan sumbangsih besar dengan mengkatalog semua manuskrip dalam bidang ilmu hadits yang dibuat dalam format buku berjudul “Fihris AlMakhtuthat AlMaktabah AdzDzhahiriyyah”. Uniknya, beliau mengkatalog semua itu karena merasa kesulitan menemukan selembar kertas yang hilang dari manuskrip berjudul Dzamm Al-Malahy karya Imam Ibnu AbidDunya rahimahullah, sehingga demi mencarinya beliau malah menemukan ribuan manuskrip berharga dalam ilmu hadits yang tercecer baik dalam kumpulan manuskrip maupun dalam gudang penyimpanan kertas kuno yang tidak diketahui judul dan asalnya.

2.   Perpustakaan Astan Quds Rajavi Al-Markaziyah.

Perpus Pusat Astan Quds Rajavi, Masyhad.

Artinya kurang lebih Perpustakaan Pusat Makam Suci Imam Ridha. Terletak di Masyhad, salah satu kota penting bagi penganut Syiah di provinsi Khurasan Rajavi, timur Iran. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1457 yang menghimpun  jutaan lebih manuskrip dan bermacam kitab dalam berbagai disiplin ilmu. Selesai direnovasi pada tahun 1995, dan merupakan salah satu bagian terpenting dari komplek besar makam Imam Ali Ridha, salah seorang Imam besar keturunan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa aalihi sallam yang wafat dan imam kedelapan dalam teologi sekte Syiah Imamiyah. Dikunjungi oleh banyak peziarah, pelajar, dan warga sekitar yang ingin melihat koleksinya, termasuk melihat koleksi Al-Qur’an tulisan tangan oleh ahli khath bernama Abul Qasim Ali Ibn Samjur yang berhasil dikumpulkan sejak tahun 974 M. Tahun 2003, jumlah koleksi kitab sebanyak 30.250 eksemplar, 25.000 kitab kuno, kitab tulisan tangan sebanyak 17.280, dan lainnya sebanyak 72.490 judul.Saat ini perpustakaan berikut seluruh komplek makam berada dibawah pengawasan ulama Syiah besar, Ayatullah Waezh Thibsy.

3. Perpustakaan Al-Khalidiyah.

Pintu masuk Perpus Al-Khalidiya, Yerusalem.

Salah satu perpustakaan islam kuno di Yerusalem. Ya, Al-Khalidiyah terletak di kota yang hingga kini jadi rebutan Islam-Yahudi itu. Tepatnya di Yerusalem Timur atau Al-Quds Asy-Syarqiyyah. Dibangun pada era pertengahan saat Kerajaan Kristen menguasai Yerusalem pada abad 13. Terletak di jalan AsSilsilah 116, perpustakaan ini memliki banyak koleksi kuno yang langka. Haji Raghib Al-Khalidi-lah yang membuka perpustakaan ini untuk umum pada tahun 1900-an. Beliau merupakan salah seorang anggota keluarga terhormat ”Khalidi” yang berpuluh tahun melayani Al-Quds. Sempat tutup pada tahun 1952. Setelah jatuhnya Al-Quds ketangan yahudi pada tahun 1967, ada keinginan kuat dari seorang pendeta yahudi bernama Rabbi Solomo Goren untuk mengambil hak kepemilikannya. Namun Amnon Cohen dari divisi arkeolog Dan Bahat merekomendasikan agar bangunan ini direnovasi dan diresmikanlah perpustakaan baru pada tahun 1995 dengan direkturnya, Nyonya Haifa Al-Khalidi. Perpustakaan ini menyimpan 1.278 manuskrip dari era Mamluk dan Utsmaniyah, dan 5.000 eksemplar buku. Mencakup berbagai bidang ilmu Islam dan umum, 18 diantaranya berbahasa Persia dan 46 lainnya berbahasa Turki.

4. Perpustakaan Sulaimaniya.

Komplek Masjid Sulaimaniye, Istanbul.

Merupakan bagian dari Masjid Agung Sulaimaniyah, merujuk pada nama salah seorang Sultan dari Kerajaan Utsmani, Sulaiman Al-Qanuni ( 1495 – 1466 M ). Perpustakaan ini dibangun atas perintah beliau guna melengkapi komplek Masjid yang diarsitekturi oleh Mi’mar Sinan, seorang perancang bangunan ternama Dinasti Utsman. Terletak di Istanbul, Turki, rancangan baru Islam bagi kota Konstantinopel, terdiri dari dua bagian ; bagian arab yang mencakup perpustakaan, kantor, tempat penelitian, dan tempat menampilkan koleksi mikrofilm. Sementara bagian timur mencakup madrasah bagi pemuda tempo doeloe, tempat pemeliharaan koleksi, dan tempat pameran kaligrafi serta cetakan buku. Kayanya perpustakaan ini terletak pada koleksinya yang langka lagi berharga, diantaranya adalah 5219 koleksi manuskrip yang diambil dari perpustakaan Sultan Muhammad Al-Fatih dan uniknya beberapa darinya adalah tulisan tangan Sang Sultan sendiri, dari perpustakaan Masjid Aya Sofiya – bekas gereja agung Haghia Sophia – 5053 manuskrip, dan dari perpustakaan As’ad Efendy sebanyak 3639 manuskrip.

Selain itu, terdapat dua buah Al-Qur’an tulisan tangan master khath Yaqut Al-Mushta’shamy. Juga kitab ”Al-Bahriyah” karya Admiral Kerajaan Utsmaniyah, Piri Reis, yang membuat peta dunia wilayah Asia, Afrika, Amerika, dan Kutub Selatan.

Wallahu a’lam… ^_^

Iklan

Komentar»

1. lies - September 4, 2010

ana terpesona dngn penjelasan tentng perpustakaan diatas …..mnrt ana sngt mnynangkan pastinya bisa berada dalam ruangn dngn banyak bacaan yang subhanallah luar biasa akh ….^_^

Mamet - September 6, 2010

perpustakaan memang menyenangkan! , syukran atas comentnya… ^_^

2. Abdullah At-Ta'im - Mei 22, 2011

pengin ke sana , tapi terkendala bahasanya wan, subhanallah indah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: